Pengalengan ikan merupakan salah satu jenis pengolahan modern dengan cara mengemas ikan menggunakan kaleng dalam kondisi hermatis dan steril. Tujuan pengalengan ikan pada dasarnya untuk melindungi ikan dari kerusakan dan pembusukan. Dengan adanya proses pengolahan, aktivitas bakteri pembusuk dapat dihambat atau dihentikan. Pengolahan ikan kaleng tentu harus dilakuan dengan penuh pengawasan karena produk yang dihasilkan adalah produk yang akan dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan mutu bahan baku agar spesifikasi produk yang telah ditetapkan sebagai standar dapat tercermin dalam produk atau hasil akhir. Pengawasan mutu merupakan menejemen untuk memperbaiki kualitas produk bila diperlukan, mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah bahan yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk pengetahui proses pengawasan bahan baku, proses penerimaan bahan baku dan beberapa kendala atau hambatan yang terjadi dalam penerimaan bahan baku di PT. Sumber Mutiara Samudra kecamatan Muncar Banyuwangi. Metode yang dilakukan pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengawasan mutu bahan baku yang dilakukan di PT. Sumber Mutiara Samudra meliputi pengawasan pH bahan baku ikan, sifat organoleptik dan kandungan histamin. Syarat mutu pH bahan baku adalah pH-7. Sifat organoleptik bahan baku ikan sesuai dengan spesifikasi syarat mutu ikan segar. Sedangkan syarat mutu kandungan histamin bahan baku di PT. Sumber Mutiara Samudra maksimal 50 mg/kg.
Copyrights © 2025