Minimnya pemahaman remaja putri mengenai kesehatan reproduksi masih menjadi permasalahan penting, khususnya terkait bahaya kehamilan usia dini, infeksi menular seksual, serta praktik kebersihan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas edukasi kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif descriptive exploratory dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menelaah perbedaan pemahaman sebelum dan setelah diberikan edukasi. Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang nyata pada pengetahuan remaja mengenai fungsi organ reproduksi, siklus menstruasi, kebersihan diri, serta kesadaran terhadap risiko kesehatan reproduksi. Faktor yang mendukung efektivitas edukasi antara lain penggunaan media audiovisual, metode pembelajaran interaktif, dan peran fasilitator yang komunikatif. Sebaliknya, keterbatasan waktu serta norma budaya masih menjadi kendala. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dan perlu diintegrasikan secara sistematis ke dalam program sekolah maupun kegiatan kesehatan remaja.
Copyrights © 2025