Yeremia 25:1-7 menghadirkan kesetiaan profetik dalam konteks penolakan umat dan krisis kovenantal Yehuda menjelang pembuangan Babel. Meskipun demikian, pembacaan terhadap perikop ini kerap berhenti pada analisis historis, tekstual, atau simbolik secara terpisah, sehingga kesetiaan profetik belum dirumuskan secara teologis dari teks itu sendiri. Permasalahan penelitian ini terletak pada absennya sintesis eksegetis-teologis yang menjelaskan hakikat kesetiaan profetik dalam relasi antara firman Allah dan ketaatan nabi. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan merumuskan kesetiaan profetik sebagai tindakan teologis relasional dan kovenantal, bukan sebagai kualitas moral atau indikator keberhasilan pewartaan. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi pemahaman teologis kesetiaan profetik dalam Yeremia 25:1-7 melalui pendekatan eksegetis-teologis terhadap teks WTT Leningrad, dengan analisis filologis, struktural, dan historis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontinuitas pewartaan Yeremia selama dua puluh tiga tahun menegaskan kesetiaan profetik sebagai partisipasi dalam kesetiaan Allah terhadap perjanjian-Nya, yang dipahami secara deskriptif dalam horizon tradisi kenabian Israel.
Copyrights © 2025