Penelitian ini mengkaji Yunus 4 sebagai narasi yang memperlihatkan kontras tajam antara respons emosional Yunus dan karakter Allah yang berbelas kasih, sehingga menegaskan universalitas kasih Allah yang melampaui batas identitas Israel. Melalui eksegesis naratif dan analisis istilah kunci dalam teks Ibrani, penelitian ini menunjukkan bagaimana struktur, ironi leksikal, dan progresi dialog dalam pasal tersebut menghadirkan kritik internal terhadap orientasi eksklusif yang tampak dalam sikap Yunus. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan pemahaman teologis yang berakar pada karakter Allah sebagai dasar bagi kerangka missio Dei yang menempatkan Allah sebagai subjek utama pengutusan. Analisis yang dilakukan memperlihatkan bahwa Yunus 4 menyajikan gambaran teologis yang konsisten mengenai keluasan belas kasih Allah dan menantang kecenderungan manusia membatasi penerapannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa natur kasih Allah yang universal menyediakan fondasi bagi orientasi misi yang bersifat inklusif, dialogis, dan memulihkan.
Copyrights © 2025