Tanaman kangkung darat atau cabut merupakan jenis hortikultura yang sangat digemari masyarakat dan sebagian besar di tanam petani Indonesia. Namun, permintaan sayuran kangkung yang meningkat tidak diimbangi dengan bertambahnya jumlah produksi. Oleh karena itu, diperlukan upaya budidaya atau pemeliharaan tanaman kangkung dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah produksi. Peningkatan produktivitas terhadap produksi tanaman kangkung darat organik bisa dilakukan dengan beberapa teknik seperti pemilihan varietas yang unggul dan pemberian pupuk organik padat (POP) kotoran hewan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari berbagai jenis kangkung cabut dan penerapan pupuk organik padat dari kotoran hewan. Analisis ini dengan Metode Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan tiga level. Faktor I : variasi jenis kangkung, yaitu Nanda, Koko, dan Serimpi, sementara faktor II : macam POP kotoran hewan, terdiri dari kontrol (tanpa pupuk), POP kambing, dan POP sapi. Variabel yang analisa mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar per tanaman, bobot segar per hektar, serta panjang akar. Hasil dari pengamatan di Uji dengan Fisher taraf 5 & 1%, jika ada beda nyata diteruskan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian diperoleh varietas Serimpi dan pupuk kotoran kambing memberikan hasil kombinasi terbaik daripada perlakuan lainnya untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat sedangkan pada hasil produksi tanaman kangkung darat varietas Koko dan pupuk kotoran sapi memberikan hasil kombinasi terbaik daripada perlakuan lainnya.
Copyrights © 2025