Penelitian ini mengkaji bagaimana media Kompas membingkai pemberitaan terorisme, khususnya terkait perekrutan anak dan pelajar melalui ruang digital. Pergeseran pola radikalisasi ke media sosial dan gim daring menjadikan anak sebagai kelompok yang rentan terhadap paparan ideologi ekstrem. Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana praktik komunikasi media membentuk konstruksi makna publik terhadap isu radikalisasi digital dan posisi anak dalam wacana terorisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing model Robert N. Entman. Data diperoleh dari enam berita Kompas.com yang terbit pada November 2025 dan membahas isu perekrutan anak oleh jaringan terorisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas secara konsisten membingkai radikalisasi digital sebagai ancaman serius, menempatkan anak sebagai korban yang harus dilindungi, serta menekankan tanggung jawab negara, keluarga, dan sekolah. Kompas juga menawarkan solusi yang bersifat kolaboratif melalui penguatan literasi digital, regulasi, dan pengawasan sosial.
Copyrights © 2026