Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia menghadapi permasalahan ketenagakerjaan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pertumbuhan penduduk terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Jawa Barat melalui pendekatan Business Intelligence dan visualisasi data periode 2021–2023. Hasil analisis menunjukkan adanya ketimpangan persebaran penduduk antar kabupaten/kota dengan konsentrasi tinggi di wilayah Bogor, Bandung, dan Bekasi. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan pada pasar tenaga kerja, ditandai oleh ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan lowongan kerja pada 2021–2022. Pada 2023, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan dengan meningkatnya jumlah lowongan kerja, terutama di kawasan industri. Meskipun tingkat pengangguran terbuka cenderung menurun, kesenjangan antar wilayah masih terjadi. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan terintegrasi dalam pengendalian penduduk dan penciptaan lapangan kerja.
Copyrights © 2026