Penelitian ini menganalisis kendala strategi pemasaran UMKM Banana Crispy di Desa Gandatapa, Kabupaten Banyumas, yang mengalami stagnasi penjualan meski telah mengembangkan varian rasa cokelat, keju, dan vanilla serta berbagai topping seperti Chococip, Matcha, dan Oreo. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, ditemukan bahwa inovasi produk belum disertai perencanaan pemasaran terstruktur, identitas visual, pemanfaatan media sosial, segmentasi pasar, maupun evaluasi berbasis data. Analisis bauran pemasaran (4P), STP, dan teori experiential marketing mengungkapkan bahwa kemasan polos, promosi konvensional, serta kurangnya engagement digital menghambat penetrasi pasar. Solusi strategis yang diusulkan meliputi pembangunan logo dan desain kemasan informatif, aktivasi Instagram dan TikTok dengan konten proses produksi dan testimoni, strategi harga bundling dan giveaway, segmentasi pasar pelajar dan mahasiswa, kolaborasi dengan reseller dan influencer, serta evaluasi mingguan menggunakan marketing analytics. Implementasi langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, engagement, dan loyalitas konsumen, sehingga mengatasi stagnasi penjualan dan membentuk pengalaman konsumsi yang menyeluruh.
Copyrights © 2025