Desa Murangan, Yogyakarta, menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah pakaian, khususnya baju bekas yang sering kali berakhir di tempat pembuangan. Pelatihan keterampilan membuat keset dan selimut dari baju bekas diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Pelatihan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif (diskusi, demons-trasi praktik, dan evaluasi). Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta berhasil menciptakan produk yang beragam dan peningkatan pemahaman tentang pentingnya daur ulang. Sebelum pelatihan, hanya 40% peserta yang menyadari dampak negatif limbah tekstil, namun setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi 90%. Meskipun pelatihan berhasil, tantangan dalam pemasaran dan keberlanjutan usaha masih ada, sehingga diperlukan pendampingan lebih lanjut. Program ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan, dan disarankan untuk dilakukan secara berkala dengan variasi materi yang lebih luas.
Copyrights © 2025