Permasalahan utama kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah menurunnya resiliensi keluarga dalam menghadapi tantangan modern yang didominasi oleh disrupsi digital dan tekanan ekonomi, khususnya di wilayah distrik Nabire, Desa Wadio. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi Pendekatan Berbasis Aset Komunitas (Asset-Based Community Development/ABCD) sebagai strategi penguatan resiliensi. Sasaran kegiatan adalah 30 keluarga di Desa Wadio, Distrik Nabire, Papua Tengah. Metode pelaksanaan meliputi asesmen kebutuhan, pengembangan modul, workshop interaktif, dan pendampingan pasca-kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital parenting dan literasi finansial keluarga, dibuktikan dengan kenaikan skor pengetahuan dari rata-rata 58.7 menjadi 85.3. Keberhasilan program ini ditekankan oleh tingginya partisipasi masyarakat, menunjukkan bahwa penguatan resiliensi paling efektif dicapai melalui modal sosial kolektif. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa model ABCD efektif sebagai buffer (penyangga) terhadap guncangan eksternal, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai program berkelanjutan di tingkat komunitas lokal.
Copyrights © 2025