Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memberikan suasana yang nyaman dalam ruang adalah kebisingan. Tingkat kebisingan yang tinggi dapat menurunkan produktivitas ruangan, sehingga diperlukan material peredam bising dalam ruangan yang efektif. Salah satu material alternatif yang dapat digunakan sebagai peredam adalah bahan kulit. Bahan kulit biasanya digunakan sebagai dekorasi pada elemen interior, namun belum pernah digunakan sebagai material yang memiliki nilai fungsional sebagai peredam suara sehingga perlu adanya penelitian untuk melihat apakah terdapat potensi dari bahan kulit tersamak sebagai material alternatif peredam suara. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan data potensi kulit samak dalam mengatasi kebisingan ruangan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen material kulit samak krom (Pull up) dan kulit samak nabati yang diukur menggunakan alat pengukur kebisingan (Sound Level Meter). Hasil eksperimen memberikan data bahwa kulit pull up dan kulit nabati yang dijadikan pelapis sekat pada kardus memiliki intensitas kebisingan dibawah 75 dB yang merupakan kategori aman berdasarkan standar WHO dan dapat berfungsi sebagai noise reduction. Penemuan lainnya adalah kulit pull up memiliki daya serap kebisingan yang lebih baik dibandingkan dengan kulit nabati. Hasil eksperimen memberikan perspektif baru terhadap penggunaan bahan kulit pull up sebagai material peredam suara.
Copyrights © 2025