PLN (Persero) ULP Dompu menghadapi tantangan signifikan berupa rugi daya (losses power) pada gardu distribusi yang berdampak langsung pada kerugian finansial perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab susut energi serta mengevaluasi efektivitas metode pemerataan beban pada Jaringan Tegangan Rendah (JTR). Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian mengidentifikasi 9 gardu kritis dari 6 penyulang yang memiliki tingkat ketidakseimbangan beban di atas ambang batas toleransi 20%. Hasil observasi awal menunjukkan total susut energi akibat arus netral mencapai 5.387 kWh per bulan, yang setara dengan kerugian finansial sebesar Rp7.782.602,-. Intervensi teknis dilakukan melalui rekonfigurasi Sambungan Rumah (SR) untuk menyeimbangkan beban antar fasa. Pasca-perbaikan, seluruh gardu sampel berhasil memenuhi standar teknis dengan nilai unbalance di bawah 20%, dan akumulasi susut energi menurun secara signifikan menjadi 3.061 kWh per bulan. Penelitian ini berhasil menyelamatkan potensi energi sebesar 2.326 kWh atau setara dengan saving Energy Not Served (ENS) sebesar Rp3.360.373,- per bulan. Hasil ini membuktikan bahwa metode pemerataan beban sangat efektif dalam menekan angka losses dan mengoptimalkan pendapatan perusahaan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026