Pendahuluan. Artikel ini mengkaji tentang manajemen perpustakaan pesantren dalam mewujudkan literasi membaca santri di pondok pesantren Al Mashduqiah Kraksaan Probolinggo. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana manajamen perpustakaan pesantren dalam mewujudkan literasi membaca santri. Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dan Diskusi. Hasil dari penelitian ini: 1) Implementasi manajemen perpustakaan pesantren dalam mewujudkan literasi membaca santri dengan menggunakann strategi (Planning, Organizing, Leading and Controlling). Perencanaan ini dimulai dengan penetapan visi, misi, dan tujuan, program kerja, SOP (Standar Operasional Prosedur) dan Anggaran perpustakaan. Pengorganisasian meliputi penetapan struktur kerja, penetapan staf, dan penetapan tugas. Penggerakan meliputi kepemimpinan, pengarahan, komunikasi, pemberian motivasi, dan penyediaan sarana dan prasarana. Pengawasannya melalui evaluasi, pelaporan pertanggung jawaban, dan pengawasan. 2) Implementasi program kerja dalam mewujudkan literasi membaca santri dengan membentuk program kerja seperti: pengadaan bahan pustaka, lomba lomba literasi, membaca sebelum masuk kelas, membuat jadwal kunjungan ke perpustakaan, dan membuat ruangan yang nyaman atau lingkungan yang kondusif. Simpulan. Dalam mewujudkan literasi membaca santri manajemen perpustakaan pesantren Al Mashduqiah membentuk program kerja, yaitu pengadaan bahan pustaka, lomba lomba literasi, membaca sebelum masuk kelas, membuat jadwal kunjungan ke perpustakaan, dan membuat ruangan yang nyaman atau lingkungan yang kondusif sebagai akses untuk mempermudah santri dalam berliterasi membaca.
Copyrights © 2024