Jurnal Farmasi Tinctura
Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura

Evaluasi Penggunaan Obat Hipertensi pada Pasien Lansia di Salah Satu Rumah Sakit di Kota Bandung

Ellen Zaquelline Karunia Sari Situmorang (Program Studi Farmasi, Universitas Advent Indonesia, Bandung, Indonesia)
Duma Turu Allo (Program Studi Farmasi, Universitas Advent Indonesia, Bandung, Indonesia)
Titin Sulastri (Program Studi Biologi, Universitas Advent Indonesia, Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
07 Dec 2025

Abstract

Penuaan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit yang mengurangi fungsi organ, seperti hipertensi. Hal ini menjadi tantangan besar dalam memberikan pengobatan bagi lansia karena adanya risiko interaksi antar obat dan kondisi penyakit lain yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi cara penggunaan dan tingkat keberhasilan pengobatan hipertensi pada pasien lansia di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung pada bulan April hingga Juni 2025. Penelitian menggunakan data yang didapat dari 103 catatan medis pasien. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien adalah perempuan (64,08%) dengan usia pra-lanjut (60–69 tahun; 54,9%). Obat yang sering digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB), yaitu sekitar 43,1%. Obat yang paling sering diresepkan adalah Amlodipin dengan dosis 10 mg dan 5 mg. Dalam hal efektivitas, sebagian besar pasien (65–70%) menunjukkan respons baik terhadap pengobatan, terutama pada kasus hipertensi yang membutuhkan penanganan segera. Penuaan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit yang berkembang perlahan, seperti hipertensi, yang sering terjadi pada orang tua. Faktor seperti interaksi obat dan adanya penyakit lain membuat pemilihan pengobatan menjadi lebih sulit. Penelitian ini mengulas penggunaan dan khasiat obat antihipertensi pada 103 pasien tua di sebuah rumah sakit swasta di Kota Bandung, dari bulan April hingga Juni 2025. Sebagian besar pasien adalah perempuan (64,08%) dan berusia 60–69 tahun (54,9%). Obat yang paling sering digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB), khususnya Amlodipin dalam dosis 10 mg dan 5 mg. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 65–70% pasien merespons pengobatan dengan baik, terutama bagi yang tidak memiliki kondisi berat. Namun, sekitar 30–35% pasien tidak merasa ada perbaikan, terutama yang juga menderita penyakit lain seperti gagal jantung, stroke, atau masalah ginjal. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pengobatan antihipertensi sangat tergantung pada kondisi kesehatan pasien. Kesimpulannya, penggunaan obat antihipertensi di rumah sakit ini sudah sesuai dengan standar yang berlaku, tetapi diperlukan pengecekan rutin, pemantauan tekanan darah, dan penyesuaian pengobatan agar hasilnya lebih baik, terutama untuk pasien lansia yang memiliki kondisi penyerta kompleks.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

tinctura

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Farmasi Tinctura adalah media publikasi ilmiah di bidang ilmu kefarmasian yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy sejak tahun 2019. Jurnal Farmasi Tinctura diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yakni setiap bulan Juni dan Desember. Ruang ...