Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lais, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan menjadi produk abon bernilai tambah. Potensi perikanan di wilayah ini cukup besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan ikan segar dengan harga rendah dan risiko pembusukan tinggi. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, serta pendampingan manajemen usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta dalam pengolahan abon, pengemasan sederhana yang lebih higienis, serta pemahaman mengenai perhitungan biaya produksi dan strategi pemasaran. Produk abon ikan yang dihasilkan memiliki cita rasa yang baik, daya simpan hingga dua bulan tanpa bahan pengawet, dan berpotensi dipasarkan baik secara tradisional maupun digital. Kegiatan ini berdampak positif secara sosial-ekonomi, dengan membuka peluang tambahan penghasilan keluarga dan meningkatkan kemandirian masyarakat pesisir. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, ketersediaan bahan baku yang melimpah, serta tren konsumsi pangan praktis, usaha abon ikan berpotensi menjadi usaha kecil yang berkelanjutan dan berdaya saing
Copyrights © 2025