Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara faktor kepribadian openness to experience, conscientiousness, dan agreeableness dengan otoritarianisme sayap kanan menggunakan Skala Big Five Inventory (BFI) dan Skala Very Short Authoritarianism (VSA). Penelitian ini juga berupaya mengetahui perbedaan kedua kelompok pemilih Pilpres 2019 ditinjau dari empat variabel tersebut. Partisipan penelitian adalah pemilih berusia 18 – 55 tahun dari 23 provinsi di Indonesia (N = 418). Peneliti melakukan analisis korelasi Spearman untuk menguji hubungan tiga faktor kepribadian dengan otoritarianisme sayap kanan. Hasil penelitian menunjukkan faktor kepribadian yang paling berkorelasi dengan OSK adalah openness (r = -.166, p < .001), diikuti oleh agreeableness (r = .141, p = .004), dan conscientiousness (r = .136, p = .005). Selain itu, uji beda Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok pemilih Jokowi – Amin dan Prabowo – Sandi ditinjau dari faktor OSK (u = 13604, p = .030, Cohen’s d = -.227), tetapi tidak ada perbedaan jika ditinjau dari faktor kepribadian (u = 15546, p = .983, Cohen’s d = .012; u = 15436, p = .899, Cohen’s d = -.026; u = 15522, p = .965, Cohen’s d = -.044). Hasil penelitian ini secara umum mengonfirmasi temuan-temuan sebelumnya sekaligus berkontribusi pada pemahaman tentang hubungan kepribadian dengan ideologi dan perilaku politik. Pembahasan menunjukkan beberapa faktor yang menjelaskan temuan penelitian, keterbatasan penelitian, serta implikasi praktis untuk penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2022