Abstract. The development of tourist destinations, including villa-based accommodations, now focuses on the concept of sustainable tourism. The goal is to ensure that the industry's growth provides sustainable benefits without sacrificing natural and cultural resources for future generations. As traveler awareness of environmental and social issues rises, sustainability has become a key competitive advantage. This study examines the business model of De Bloem Villa using the Triple Bottom Line (TBL) framework: Profit (Economic), People (Social), and Planet (Environmental). This approach analyzes how the accommodation balances financial goals with socio-ecological responsibilities. Using a descriptive qualitative method comprising observations, in-depth interviews, and documentation the results show that De Bloem Villa effectively integrates sustainability through eco-friendly energy, local community empowerment, integrated waste management, and flexible profitability strategies. This model enhances competitiveness while delivering positive social and environmental impacts, serving as a vital reference for industry players to adopt TBL practices for a greener future of tourism. Abstrak. Pengembangan destinasi wisata, termasuk akomodasi villa, kini berfokus pada konsep pariwisata berkelanjutan. Tujuannya untuk memastikan pertumbuhan industri pariwisata memberikan manfaat berkelanjutan, tanpa mengorbankan sumber daya alam dan budaya generasi mendatang. Saat ini kesadaran wisatawan terhadap isu lingkungan dan sosial meningkat sehingga penerapan prinsip keberlanjutan menjadi kunci daya saing. Penelitian ini mengkaji model bisnis pariwisata berkelanjutan di De Bloem Villa menggunakan pendekatan Triple Bottom Line (TBL), yaitu Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan (Planet), yang memungkinkan analisis menyeluruh tentang bagaimana akomodasi dapat menyeimbangkan finansial dengan tanggung jawab sosial dan ekologisnya. Metodenya menggunakan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan De Bloem Villa telah mengintegrasikan keberlanjutan secara efektif. Implementasinya melalui penggunaan energi ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, pengelolaan limbah terpadu, dan strategi profitabilitas yang fleksibel. Model ini terbukti meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan dampak positif bagi sosial dan lingkungan. Diharapkan penelitian ini menjadi referensi pengembangan bisnis pariwisata lainnya yang mengadopsi praktik TBL, demi masa depan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025