Transformasi teknologi telah mengubah pola komunikasi, perilaku sosial, serta praktik keagamaan, sehingga menuntut para da’i untuk tidak hanya menyampaikan pesan agama secara normatif, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan digitalisasi dalam pengembangan social entrepreneurship di kalangan da’i sebagai strategi dakwah berbasis solusi dan kemandirian. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, dengan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, dan publikasi digital yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi dakwah, teknologi digital, dan social entrepreneurship dapat menjawab tantangan kompleks umat, seperti kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan. Digitalisasi mendukung perluasan jangkauan dakwah, efisiensi pengelolaan program sosial, serta kemandirian ekonomi da’i melalui usaha sosial berbasis nilai Islam. Praktik dari lembaga seperti Sinergi Foundation dan LAZNAS Dewan Dakwah memperlihatkan efektivitas model ini dalam menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital dan jiwa sosiopreneur di kalangan da’i sebagai bagian dari transformasi dakwah yang lebih kontekstual dan solutif di era digital.
Copyrights © 2025