Ruang Bersama Indonesia di Kendran, Buleleng adalah proyek kolaborasi antara Universitas Tarumanagara (Untar), STIE Satyadharma, dan Kementerian Pemerbedaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Pada proyek ini, Prodi S1 Arsitektur Untar bertugas mengajukan gagasan awal implementasi Ruang Bersama Indonesia dalam perencanaan ruang di skala kelurahan atau desa. Di tahap awal pengajuan gagasan, tim perencana menggunakan gambar montase dan kolase sebagai sebuah strategi dalam memvisualisasikan ide-ide kerungan. Strategi ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan keruangan berupa impresi yang belum memiliki bentuk, sehingga masih ada ruang gerak yang luas untuk pengembangan desain di tahap selanjutnya. Untuk merumuskan strategi, penulis melakukan analisis studi kasus pada gambar-gambar arsitektural karya dua biro arsitek: kolase karya Tatiana Bilbao Estudio, serta montase karya Fala Atelier; keduanya memanfaatkan montase dan kolase dalam tahap awal proyek, sebagaimana kondisi pada proyek RBI. Melalui analisis ini, penulis menemukan kualitas-kualitas yang dapat menjadi strategi untuk mengkomunikasikan gagasan awal melalui gambar, antara lain respon formasi terhadap konteks, abstraksi elemen pembentuk karakter ruang, serta impresi suasana dan aktivitas. Pada gambar gagasan awal RBI, tim perencana menggunakan gabungan antara kolase dan montase untuk menunjukkan ketiga kualitas ini.
Copyrights © 2025