ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VIII di SMP Negeri 1 Kabila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 99 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan koefisien regresi sebesar 0.820 dan nilai signifikansi p < 0.001. Koefisien determinasi (R² = 0.612) menunjukkan bahwa 61,2% variasi kemampuan berpikir kritis dijelaskan oleh penerapan PBL. Temuan ini mendukung teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan model berpikir kritis Facione yang menekankan pentingnya kegiatan pemecahan masalah dan refleksi dalam pembelajaran. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi empiris bagi guru IPS dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa. Kata Kunci: Problem Based Learning, kemampuan berpikir kritis, IPS Terpadu, konstruktivisme sosial*
Copyrights © 2025