Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya orang tua merantau untuk kerja keluar kota di SDN 1 Gapura Tengah yang mengakibatkan adanya pendampingan yang berbeda pada setiap peserta didik. Perlu adanya strategi untuk tatap mewadahi peran orang tua yang merantau. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. karena peneletian ini bertujuan untuk memahami strategi, pandangan, dan makna dibalik tindakan guru, bukan hanya sekedar mengukur angka. Dalam teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam yang dilakukan kepada guru kelas I, III, dan VI dan kepala sekolah untuk menggali strategi spesifik yang mereka terapkan, tantangan yang dihadapi, serta pandangan mereka tentang dampak adanya “Orang Tua Perantau” terhadap anak, kedua menggunakan Observasi, dan analisis dokumen. Penelitian di SDN 1 Gapura Tengah menunjukkan bahwa meskipun sebagian orang tua di luar daerah, keterlibatan mereka dalam pendidikan anak tetap terjaga melalui strategi yang diambil sekolah seperti program khusus (kelas parenting) yang membekali pengetahuan bagi orang tua untuk mendukung pengasuhan anak dari jarak jauh. Strategi komunikasi sekolah, termasuk grup WhatsApp dan pertemuan berkala, secara efektif diterapkan untuk memungkinkan orang tua memadukan perkembangan anak tanpa hambatan proses belajar mengajar. Selain itu, peran guru dalam memberikan bimbingan dan dukungan, dikombinasikan dengan pemantauan orang tua melalui media komunikasi serta bantuan anggota keluarga lainnya, mewujudkan implementasi pembelajaran di rumah yang optimal, sehingga motivasi siswa tetap terjaga meskipun orang tua tidak hadir secara fisik, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan pendidikan jarak jauh di tengah tantangan perantauan. Serta kolaborasi dengan keluarga yang ada dirumah sebagai pendamping dan juga penghubung antara orang tua dan guru Kata Kunci: Strategi guru, Orang Tua Perantau, Proses Pembelajaran
Copyrights © 2025