Pembelajaran berdiferensiasi merupakan ciri utama Kurikulum Merdeka yang menuntut guru menyesuaikan pembelajaran dengan kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik. Namun, implementasinya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai problematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika yang dialami guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui kajian literatur terhadap lima artikel yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik literature review melalui proses penelusuran, seleksi, dan analisis tematik literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa problematika utama muncul pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen, seperti kesulitan memetakan kebutuhan belajar siswa, keterbatasan pemahaman mengenai diferensiasi, kurangnya variasi media pembelajaran, pengelolaan kelas heterogen, serta keterbatasan waktu. Solusi yang direkomendasikan meliputi pelatihan dan pendampingan guru, kolaborasi penyusunan perangkat ajar, penyediaan media interaktif, serta peningkatan asesmen diagnostik. Kajian ini menegaskan bahwa dukungan kompetensi dan sarana memadai diperlukan agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan secara efektif dalam Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025