Artikel ini mengkaji konflik antarbudaya dalam interaksi sosial dalam masyarakat multikultural yang semakin nyata seiring dengan meningkatnya mobilitas, globalisasi, dan keragaman identitas. Umumnya disebabkan oleh perbedaan nilai, norma, bahasa, keyakinan, dan pandangan dunia, konflik ini tidak selalu dipahami secara sama oleh semua pihak. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji berbagai bentuk konflik lintas budaya, penyebab konflik tersebut, dan dampaknya terhadap harmoni sosial. Teknik yang digunakan meliputi tinjauan pustaka dan analisis deskriptif dinamika interaksi di antara beberapa kelompok sosial. Temuan studi ini menunjukkan bahwa konflik antarperadaban dapat muncul dalam bentuk stereotip, diskriminasi, salah tafsir komunikasi, bahkan pengusiran suatu kelompok. Namun, melalui pendidikan multikultural, dialog lintas budaya, penguatan nilai-nilai toleransi, dan kebijakan yang berorientasi pada inklusivitas dari pemerintah dan kelompok masyarakat, konflik ini dapat dikelola dan dikurangi. Oleh karena itu, menciptakan kohesi sosial dan mewujudkan masyarakat multikultural yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan sangat bergantung pada manajemen konflik lintas budaya yang efektif.
Copyrights © 2025