Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara janji politik pemerintah mengenai pemerataan infrastruktur pendidikan dengan kondisi nyata di lapangan. Infrastruktur pendidikan yang tidak merata, khususnya di wilayah pinggiran, menjadi tantangan dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan berkualitas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi guru terhadap janji politik pemerintah terkait peningkatan infrastruktur sekolah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pandangan guru terhadap realisasi janji politik tersebut. Hasil analisis diharapkan memberikan gambaran mengenai sejauh mana janji politik pemerintah telah dirasakan manfaatnya oleh pihak sekolah. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam pembangunan infrastruktur pendidikan, serta memperkuat partisipasi guru dan masyarakat dalam proses evaluasi kebijakan pendidikan
Copyrights © 2025