Penelitian ini bertujuan memahami peran pembiasaan adab pagi dalam membentuk karakter disiplin siswa di MI Ma’arif NU 1 Dawuhan Wetan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk menangkap praktik keseharian yang berlangsung secara alamiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian rutin seperti salam, berjabat tangan, berbaris rapi, doa bersama, dan tadarus tidak hanya berfungsi sebagai aturan sekolah, tetapi menjadi proses habituasi yang menanamkan nilai kedisiplinan secara bertahap. Keteladanan guru melalui kehadiran awal, pendampingan konsisten, dan interaksi hangat menjadi faktor kunci yang memperkuat internalisasi nilai. Pembiasaan ini juga membangun disiplin sosial dan spiritual, ditandai dengan meningkatnya kepedulian antar-siswa serta kesiapan belajar yang lebih baik setelah mengikuti doa dan tadarus pagi. Hambatan seperti keterlambatan atau kurangnya fokus siswa kelas rendah dapat diatasi melalui pendekatan humanis dan penguatan positif. Secara keseluruhan, pembiasaan adab pagi terbukti membentuk ekosistem pendidikan karakter yang menyatu dengan budaya madrasah, sehingga efektif menumbuhkan disiplin yang bertahan dalam keseharian siswa.
Copyrights © 2025