Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, jenis, dan fungsi interjeksi yang digunakan dalam jual-beli live streaming di platform TikTok dan Shopee. Data diperoleh melalui metode deskriptif berbasis korpus digital dengan menganalisis transkrip tuturan penjual selama sesi promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interjeksi tidak hanya berfungsi sebagai penanda emosi spontan, tetapi juga memainkan peran strategis dalam komunikasi digital, khususnya dalam konteks pemasaran interaktif. Berdasarkan analisis, ditemukan 25 jenis interjeksi dengan frekuensi dominan pada bentuk aja, nih, dan loh. Jenis-jenis interjeksi yang muncul meliputi ajakan, keheranan, kekaguman atau kepuasan, simpulan, dan panggilan. Sementara itu, fungsi interjeksi diklasifikasikan ke dalam tiga dimensi utama, yaitu fungsi ekspresif (mengungkapkan emosi, sikap batin, atau reaksi spontan penutur terhadap suatu peristiwa), fungsi konatif (mengajak dan mengarahkan tindakan), serta fungsi persuasif (membangun daya tarik produk dan urgensi pembelian). Temuan ini memperlihatkan bahwa interjeksi menjadi sarana linguistik yang efektif dalam membangun kedekatan emosional dan meningkatkan efektivitas strategi komunikasi pemasaran di era digital.
Copyrights © 2025