Supervisi akademik memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kenyataannya, praktik supervisi yang bersifat hierarkis sering membatasi ruang refleksi guru. Artikel ini membahas transformasi supervisi akademik yang integratif dan setara untuk mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam. Pendekatan ini menempatkan guru sebagai mitra pembelajar, sehingga menciptakan lingkungan supervisi yang lebih humanis, dan kolaboratif. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen pada praktik supervisi di sekolah menengah pertama diKabupaten Rembang. Analisis data disajikan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber dan metode. Transformasi supervisi diamati melalui keterlibatan berbagai aktor, yaitu pengawas, kepala sekolah, guru senior, dan guru peserta pelatihan Pembelajaran Mendalam. Para stakeholder berkolaborasi untuk memberikan pendampingan profesional yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi integratif dan setara mampu menghilangkan jarak hierarkis, meningkatkan rasa nyaman, serta memperkuat budaya refleksi dan kolaborasi. Supervisi tidak lagi dipandang sebagai kontrol, melainkan sebagai proses belajar bersama yang berorientasi pada perbaikan. Pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap implementasi Pembelajaran Mendalam. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kreativitas, inovasi, pemahaman pedagogis, serta keterlibatan siswa dalam proses belajar. Temuan ini menegaskan bahwa model supervisi yang humanis dan partisipatoris layak direkomendasikan sebagai strategi penguatan mutu pembelajaran di sekolah
Copyrights © 2025