Peneliti mengkaji Penelitian ini dengan tujuan menjelaskan dan menganalisis model kolaborasi antara pendidikan formal dan informal dalam menumbuhkan minat belajar siswa di SD Negeri Inpres Saba Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Secara khusus, penelitian ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu: (1) tingkat minat belajar siswa, (2) bentuk model kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta (3) faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan kolaborasi tersebut. Metode Penelitian yang peneliti gunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan fenomena sosial pendidikan secara mendalam dan holistik sesuai konteks nyata di lapangan. Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri Inpres Saba, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, yang merupakan salah satu sekolah dasar di wilayah pedesaan dengan karakteristik sosial masyarakat yang masih kental dengan budaya gotong royong dan nilai kekeluargaan. Waktu penelitian berlangsung selama dua bulan, yaitu dari bulan Agustus hingga September 2025. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelas, lima siswa, serta dua orang tua siswa. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan keterlibatan mereka dalam kegiatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode, dengan cara membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumen pendukung seperti agenda kegiatan sekolah dan laporan belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggambarkan hasil penelitiannya dengan adanya kolaborasi antara pendidikan formal dan informal di SDN Inpres Saba yang berjalan efektif melalui komunikasi yang intens, partisipasi masyarakat, dan dukungan emosional orang tua. Meskipun demikian, kolaborasi ini masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu orang tua, sarana belajar yang minim, serta kesinambungan program yang belum optimal.
Copyrights © 2025