Pendidikan politik merupakan salah satu upaya penting dalam membentuk karakter demokratis pada peserta didik, terutama di lingkungan sekolah sebagai ruang sosial yang berperan dalam menanamkan nilai, sikap, dan perilaku kewarganegaraan. Lebih dari sekadar penyampaian materi, pendidikan politik merupakan proses pembentukan budaya demokrasi yang mendorong siswa untuk memahami hak dan kewajiban, menghargai perbedaan, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, serta mampu menerapkan nilai musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang dikaji dalam laporan mini riset ini adalah bagaimana implementasi pendidikan politik dilakukan di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan serta sejauh mana proses tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter demokratis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Landasan teori digunakan sebagai panduan agar fokus penelitian sesuai dengan fenomena yang terjadi di lapangan, sementara analisis dilakukan secara sistematis berdasarkan temuan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan politik di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan telah berjalan melalui pembelajaran PPKn, kegiatan OSIS, pemilihan ketua kelas, dan aktivitas organisasi lainnya. Nilai-nilai demokrasi seperti musyawarah, toleransi, keterbukaan, dan penghargaan terhadap pendapat terlihat dalam interaksi siswa, terutama saat mereka terlibat dalam diskusi dan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, aspek pemahaman siswa mengenai konsep politik masih belum merata, karena pembelajaran cenderung berfokus pada teori dan belum dikemas secara kontekstual. Hambatan lain yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya variasi metode mengajar, serta minimnya literasi politik pada sebagian siswa.
Copyrights © 2025