Penelitian ini dilatarbelakangi masalah kurangnya pemahaman guru terkait pengaplikasian asesmen otentik di sekolah dasar, terutama pemahaman, kemudian perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penilaian autentik dalam Kurikulum Merdeka di SD Negeri 9 Toboali dengan fokus pada tahap perencanaan, pelaksanaan, tindaklanjut, dan agar faktor pendukung dan penghambat implementasi pengaplikasian asesmen otentik mempengaruhi efektivitas implementasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen yang dikumpulkan adalah observasi partisipasi, wawancara, dan analisis dokumen, termasuk daftar periksa observasi, panduan wawancara, protokol dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman, terdiri dari pengurangan data, tampilan data, dan kesimpulan. Data yang diperoleh dari tulisan penelitian adalah sah dan dapat dipertanggungjawabkan melalui teknik triangulasi. Tahap perencanaan adalah persiapan yang komprehensif termasuk perumusan tujuan belajar, pembuatan rubrik, dan perancangan instrumen penilaian. Pada tahap eksekusi, guru menerapkan teknik asesmen otentik yang yaitu beragam asesmen kinerja, penilaian portofolio, asesmen berbasis proyek, dan asesmen diri. Tahap tindaklanjut merupakan program remedial dan pengayaan sesuai hasil asesmen. Faktor pendukungnya meliputi manajemen sekolah, fasilitas, dan kolaborasi yang baik, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu, sumber daya teknologi, dan kompetensi. Kesimpulan yang diambil adalah implementasi asesmen autentik memiliki dampak baik terhadap pembelajaran siswa karena memberikan asesmen buruk terhadap tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penerapan asesmen otentik dalam Kurikulum Merdeka di lingkungan sekolah telah berjalan dengan baik secara bertahap melalui tahap perencanaan, eksekusi, dan tindak lanjut, meskipun ada kendala pada integrasi teknologi dan kualitas implementasi.
Copyrights © 2025