Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi literasi budaya di sekolah dasar serta implikasinya terhadap Kurikulum Merdeka melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengikuti protokol PRISMA 2020 dan menyeleksi artikel ilmiah terbitan 2020–2025 yang relevan dengan literasi budaya, kearifan lokal, pembelajaran berbasis budaya, serta implementasinya pada konteks sekolah dasar. Dari proses identifikasi dan seleksi, sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik untuk memetakan model implementasi, efektivitas, faktor pendukung, dan tantangan. Temuan menunjukkan bahwa literasi budaya memiliki dampak positif terhadap pengetahuan, sikap, identitas budaya, serta karakter siswa. Media pembelajaran seperti e-modul berbasis kearifan lokal, komik digital Tri Hita Karana, integrasi tembang Macapat, serta model RADEC terbukti meningkatkan literasi budaya secara signifikan. Namun, implementasi literasi budaya belum berjalan optimal karena masih dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi guru, minimnya sumber belajar autentik, dan dominasi pembelajaran seremonial yang dangkal. Selain itu, variasi desain penelitian dan kurangnya pendekatan eksperimental menyebabkan bukti efektivitas belum merata. Kajian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru, penguatan kurikulum berbasis budaya, serta penyediaan sumber belajar yang kontekstual untuk mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka dan pengembangan Profil Pelajar Pancasila.
Copyrights © 2025