Penelitian ini menganalisis pemanfaatan TikTok sebagai media literasi politik bagi pemilih pemula, khususnya mahasiswa Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau menjelang Pemilu 2024. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya penggunaan TikTok oleh generasi muda serta tingginya paparan konten politik yang muncul melalui algoritma For You Page (FYP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 15 informan yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok menjadi sumber informasi politik yang dominan bagi pemilih pemula karena penyajian kontennya yang singkat, visual, kreatif, dan sesuai gaya komunikasi generasi Z. Konten yang berbasis storytelling, humor, infografis, serta melibatkan figur publik terbukti lebih mudah diterima dan dipahami. Fitur interaktif seperti komentar dan live streaming memperkuat proses literasi politik melalui diskusi dua arah. Namun, penelitian juga menemukan adanya tantangan berupa risiko misinformasi yang menuntut kemampuan verifikasi serta literasi digital yang lebih kuat. Secara keseluruhan, TikTok berpotensi menjadi media literasi politik yang efektif apabila didukung oleh konten yang kredibel, edukatif, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025