Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis tingkat kecerdasan emosi mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Mandiri serta mengetahui pengaruh resiliensi terhadap kecerdasan emosi tersebut. Kecerdasan emosi menjadi kompetensi penting bagi calon guru SD karena berkaitan dengan kemampuan mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara tepat dalam konteks pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 104 mahasiswa, menggunakan instrumen skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui SPSS 27. Analisis data meliputi statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosi mahasiswa berada pada kategori sedang menuju tinggi. Uji korelasi menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara resiliensi dan kecerdasan emosi (r = 0,684; p < 0,05). Selain itu, resiliensi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan emosi melalui persamaan regresi Y = 34,782 + 0,687X, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi resiliensi mahasiswa maka semakin tinggi juga kecerdasan emosinya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kecerdasan emosi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal seperti regulasi diri, self-efficacy, dan motivasi, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan lingkungan kampus. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pengembangan program pembinaan karakter dan ketahanan diri mahasiswa PGSD.
Copyrights © 2025