Fenomena radikalisme dini pada anak menunjukkan lemahnya sistem komunikasi dan pendidikan keagamaan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi orang tua dalam pendidikan ibadah anak sebagai upaya preventif terhadap radikalisme dini, dengan meninjau dari perspektif hak anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research), yang menelaah berbagai literatur pendidikan Islam, psikologi komunikasi, dan perlindungan anak. Data dikumpulkan melalui penelusuran pustaka ilmiah dan dianalisis secara deskriptif-analitis untuk membangun kerangka konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi orang tua yang efektif terdiri dari empat bentuk utama: keteladanan (modeling communication), dialog edukatif (dialogic communication), empati dan kelembutan (empathic communication), serta pengawasan digital (digital communication). Keempat strategi tersebut terbukti mampu membentuk kesadaran ibadah yang moderat, rasional, dan penuh kasih, sekaligus menumbuhkan karakter religius yang toleran dan kontekstual. Dari perspektif hak anak, pendekatan ini menjamin terpenuhinya hak anak untuk mendapatkan pendidikan agama yang sehat, aman, dan bebas dari kekerasan ideologis. Dengan demikian, pendidikan ibadah yang komunikatif menjadi fondasi penting dalam mencegah radikalisme dini di lingkungan keluarga muslim.
Copyrights © 2025