Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan Sekolah Terbuka di SMAN 1 Compreng, berdasarkan teori George R. Terry (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi, dengan melibatkan kepala sekolah, pengelola, bendahara, koordinator, guru pamong, dan tenaga administrasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keempat fungsi manajemen telah diimplementasikan dengan baik. (1) Perencanaan diawali dengan rapat koordinasi, pembentukan tim, serta perencanaan sarana-prasarana, pembiayaan (bersumber dari BOS Pusat), dan pembelajaran yang terintegrasi dengan sekolah induk. (2) Pengorganisasian dilaksanakan dengan struktur tim yang jelas dan pembagian tugas yang terstruktur, melibatkan guru dari sekolah induk dan masyarakat. (3) Pelaksanaan berjalan melalui workshop kurikulum, sistem pembelajaran hybrid (70% mandiri dan 30% tatap muka di akhir pekan), serta penilaian yang setara dengan sekolah reguler. (4) Evaluasi/Pengawasan dilakukan secara internal melalui rapat rutin dan monitoring kehadiran, serta eksternal oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kendala utama yang dihadapi adalah motivasi belajar peserta didik yang fluktuatif akibat tekanan ekonomi dan sosial, serta perlunya koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah desa untuk pendataan anak putus sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen kolaboratif antara sekolah induk dan Sekolah Terbuka terbukti efektif dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah. Saran yang diajukan antara lain: memperkuat MoU dengan pemerintah desa/kelurahan, meningkatkan dukungan materil dan moril dari sekolah induk, serta mengembangkan strategi motivasi dan pendampingan yang lebih personal bagi peserta didik.
Copyrights © 2025