Pola pendidikan Rasulullah SAW pada masa awal Islam menunjukkan perbedaan karakteristik antara fase Mekkah dan fase Madinah sesuai dengan kondisi umat Islam pada masing-masing periode. Perbedaan tersebut penting dikaji untuk memahami pola pendidikan Islam pada masa Rasulullah SAW. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pola pendidikan Rasulullah SAW pada fase Mekkah dan Madinah, meliputi materi pendidikan, metode pembelajaran, serta lembaga-lembaga pendidikan yang berkembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase Mekkah, pendidikan Islam difokuskan pada penanaman akidah tauhid, pembentukan keimanan, dan pembinaan akhlak melalui pengajaran Al-Qur’an dengan metode ceramah, dialog, tanya jawab, keteladanan, pembiasaan, dan hafalan. Sementara itu, pada fase Madinah, pendidikan Islam berkembang dengan materi yang lebih beragam, seperti Al-Qur’an, hadits, fiqh, akhlak, sejarah, dan ilmu-ilmu praktis, didukung oleh metode pembelajaran yang lebih variatif serta keberadaan lembaga pendidikan seperti Masjid Nabawi, Ash-Shuffah, rumah para sahabat, pasar Madinah, dan rumah-rumah Ummahatul Mukminin. Pola pendidikan tersebut memberikan gambaran adanya perkembangan materi, metode, dan sarana pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi umat, serta menjadi dasar penting dalam perkembangan pendidikan Islam pada masa selanjutnya.
Copyrights © 2025