Artikel berjudul “Arete dan Paideia: Konsep Manusia Ideal Sokrates dalam Perspektif Pendidikan Modern” berangkat dari kegelisahan bahwa pendidikan masa kini kerap melupakan warisan tata‑nilai klasik yang menautkan pengetahuan dan kebajikan. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan secara sistematis konsep manusia ideal menurut Sokrates melalui poros aretê (keunggulan kebajikan) dan Paideia (pembentukan manusia), serta menilai relevansinya bagi desain pembelajaran modern di Indonesia. Metode yang digunakan ialah kajian kepustakaan kualitatif atas literatur klasik dan kontemporer tentang pedagogi sokratik, relasi pengetahuan–kebajikan, dan strategi pembelajaran dialogis, dianalisis secara tematik‑argumentatif. Hasil menunjukkan bahwa Sokrates memandang pendidikan sebagai Paideia yang menyatukan klarifikasi konsep lewat dialog (elenchus, maieutic) dengan habituasi kebajikan, sehingga pengetahuan yang benar menuntun pada tindakan yang baik. Manusia ideal digambarkan sebagai pribadi yang mampu mempertanggungjawabkan alasannya, konsisten pada kebajikan kardinal, dan terus memperbaiki diri melalui refleksi dan dialog. Secara operasional, diskusi kasus, moral dilemma discussion, debat terarah, dan asesmen formatif berbasis rubrik argumentasi mendukung HOTS, karakter, dan civic virtue. Kebaruan penelitian ini adalah sintesis konseptual‑praktis aretê–Paideia yang dipetakan ke konteks kurikulum Indonesia, menjembatani tesis “kebajikan adalah pengetahuan” dengan habituasi moral dan menawarkan perangkat implementatif untuk pembelajaran di kelas.
Copyrights © 2025