Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana interaksi sosial terbangun antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus di SD Integral Hidayatullah. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui observasi serta wawancara terhadap guru, guru pendamping, dan beberapa siswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa siswa reguler mampu menjalin hubungan yang baik dengan siswa berkebutuhan khusus, terlihat dari sikap menerima, membantu, dan bekerja sama dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sehari-hari di sekolah. Guru dan guru pendamping memiliki peran penting dalam memberikan arahan kepada siswa serta menciptakan suasana yang aman dan inklusif. Walaupun masih terdapat kendala seperti gangguan komunikasi dan penyesuaian perilaku pada sebagian ABK, penerapan pendidikan inklusif di sekolah ini berjalan dengan cukup efektif. Secara keseluruhan, hubungan sosial antara siswa reguler dan ABK di SD Integral Hidayatullah berkembang positif dan mendukung pertumbuhan sosial emosional seluruh peserta didik
Copyrights © 2025