Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model Experiential Science Learning (ESL) yang dipadukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV SD 3 Jekulo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan guru dan siswa sebagai sumber data utama, serta didukung oleh dokumentasi berupa foto kegiatan, modul ajar, dan lembar observasi siswa. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ESL berbasis inkuiri terbimbing dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, proses pembelajaran mengikuti empat fase inti ESL yaitu pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Keempat fase tersebut membuat siswa terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran dan membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses fotosintesis. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mengaitkan hasil pengamatan dengan konsep-konsep ilmiah yang relevan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memahami hubungan antara cahaya matahari, air, dan klorofil dalam proses fotosintesis, meskipun beberapa siswa masih memerlukan bimbingan tambahan. Secara keseluruhan, penerapan model ESL berbasis inkuiri terbimbing terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPAS.
Copyrights © 2025