Penilaian terhadap kemampuan menyimak siswa sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama karena belum tersedia instrumen asesmen yang sesuai dengan konteks budaya lokal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan instrumen asesmen berbasis budaya lokal yang dirancang untuk mengukur kemampuan menyimak siswa sekolah dasar secara autentik dan kontekstual. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilaksanakan di SD Inpres Pilasue, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, melibatkan lima siswa pada uji coba kelompok kecil serta dua belas siswa dan satu guru pada uji coba kelompok besar. Data diperoleh melalui validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta hasil belajar siswa setelah menggunakan instrumen. Analisis data dilakukan menggunakan rumus rata-rata dan dikonversi ke dalam kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki tingkat kevalidan sebesar 83,75% (sangat valid), kepraktisan sebesar 86,15% (sangat praktis), dan keefektifan sebesar 85% (sangat efektif). Dengan demikian, instrumen asesmen berbasis budaya lokal ini dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran untuk mengukur kemampuan menyimak siswa secara lebih bermakna, kontekstual, dan sesuai karakteristik budaya daerah. Produk ini juga berpotensi menjadi alternatif instrumen penilaian autentik bagi guru sekolah dasar dalam memperkuat proses evaluasi pembelajaran.
Copyrights © 2025