Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar sering kali menghadapi tantangan dalam menyesuaikan perbedaan kemampuan dan gaya belajar peserta didik. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa terhadap fenomena sosial dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berdiferensiasi berbasis Problem Based Learning (PBL) sebagai media pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) dengan subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli desain, ahli bahasa, satu guru, dan 20 peserta didik kelas V SDN 22 Panai Hulu. Teknik pengumpulan data mencakup validasi ahli, observasi, angket, dan tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data dilakukan melalui perhitungan persentase kelayakan, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, serta uji efektivitas menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berdiferensiasi berbasis PBL dinyatakan sangat layak oleh ahli materi (rata-rata 93%), ahli desain (rata-rata 90%), dan ahli bahasa (rata-rata 87%). Uji efektivitas menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, menandakan bahwa e-modul efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Uji praktikalitas oleh guru memperoleh skor 83% (sangat praktis), sedangkan oleh peserta didik mencapai 89,7% (sangat praktis). Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-modul berdiferensiasi berbasis PBL tidak hanya layak dan praktis, tetapi juga efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Implikasi penelitian ini memperkuat pentingnya integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan model berbasis masalah untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan bermakna di sekolah dasar.
Copyrights © 2025