ABSTRACT This study aims to describe the forms of grammatical cohesion errors found in an online news text published on the Tribun Medan portal. The research data consist of phrases and sentences taken from the news article titled “Prabowo Immediately Dismisses South Aceh Regent Mirwan, Orders the Minister of Home Affairs to Process Immediately” (December 8, 2025). This study employs a descriptive qualitative method using the observation and note-taking techniques to identify linguistic units that show inaccurate use of cohesive devices, along with deletion and substitution techniques to analyze the grammatical accuracy based on Halliday and Hasan’s (1976) theory. The findings reveal three main types of grammatical cohesion errors: substitution, ellipsis, and conjunction. Substitution errors occur due to inconsistent use of pronouns or the absence of clear referents. Ellipsis errors arise from the omission of subjects, resulting in incomplete and ambiguous sentence structures. Meanwhile, conjunction errors appear in the use of linking words that do not match their semantic functions, disrupting the logical connection between sentences. On the other hand, no errors were found in reference, as each pronoun in the text has a clear antecedent. These findings emphasize that the accuracy of grammatical cohesion plays a crucial role in ensuring clarity, coherence, and effective information delivery in online news texts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan kohesi gramatikal dalam teks berita daring pada portal Tribun Medan. Data penelitian berupa frasa dan kalimat dalam berita berjudul “Prabowo Copot Langsung Bupati Aceh Selatan Mirwan, Minta Mendagri Segera Proses” (8 Desember 2025). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk mengidentifikasi unit bahasa yang menunjukkan ketidaktepatan penggunaan perangkat kohesi, serta teknik lesap dan ganti untuk menganalisis ketepatan unsur gramatikal berdasarkan teori Halliday dan Hasan (1976). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan kohesi gramatikal yang ditemukan meliputi tiga bentuk utama, yaitu substitusi, elipsis, dan konjungsi. Kesalahan substitusi terjadi akibat penggunaan pronomina yang tidak konsisten atau tidak memiliki referen yang jelas. Kesalahan elipsis muncul karena penghilangan unsur subjek yang menyebabkan struktur kalimat menjadi tidak lengkap dan ambigu. Sementara itu, kesalahan konjungsi tampak pada penggunaan kata hubung yang tidak sesuai fungsi semantis sehingga mengganggu hubungan logis antarkalimat. Di sisi lain, aspek referensi tidak ditemukan mengalami kesalahan karena setiap pronomina memiliki rujukan yang jelas. Temuan ini menegaskan bahwa ketepatan penggunaan kohesi gramatikal sangat berpengaruh terhadap kejelasan, keterpaduan, dan efektivitas penyampaian informasi dalam teks berita daring.
Copyrights © 2025