Kurikulum memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan keberhasilanpendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dituntut mampumerespons perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai ajaran Islam.Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana pengembangan kurikulum PAIdapat disusun berdasarkan hakikat belajar dan teori-teori belajar yang relevandengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsepbelajar, tujuan belajar, serta macam-macam teori belajar dan implikasinya terhadappengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yangdigunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan danmenganalisis berbagai literatur berupa buku, jurnal, dan sumber ilmiah yangberkaitan dengan teori belajar dan kurikulum PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwabelajar merupakan proses perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasildari pengalaman dan latihan yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.Tujuan belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi jugapada penanaman keterampilan serta pembentukan sikap dan kepribadian pesertadidik. Artikel ini menguraikan teori belajar behavioristik, kognitif, konstruktivisme,dan humanistik yang masing-masing memberikan implikasi dalam pengembangankurikulum PAI. Implikasi tersebut menuntut kurikulum PAI yang menekankankeaktifan peserta didik, pemahaman mendalam, pembentukan akhlak, sertaintegrasi nilai-nilai spiritual Islam dalam kehidupan nyata. Dengan demikian,pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan secara adaptif,kontekstual, dan integratif agar mampu menghasilkan peserta didik yang beriman,bertakwa, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan.
Copyrights © 2025