Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa autis dan tunagrahita di sekolah luar biasa memerlukan strategi yang adaptif karena perbedaan karakteristik perilaku, kemampuan kognitif, dan stabilitas emosional siswa, yang sering menimbulkan kendala seperti tantrum, perubahan suasana hati, dan keterbatasan fokus belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik siswa autis dan tunagrahita, strategi pembelajaran PAI yang diterapkan guru pada materi Aqidah Akhlak, serta kendala dan solusi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran individual melalui kombinasi metode ceramah sederhana, demonstrasi, drill, modelling, dan PECS, yang didukung model pembelajaran individual, kooperatif, behavioristik, dan experiential learning, serta penggunaan media visual, konkret, dan digital interaktif. Strategi tersebut membantu siswa memahami nilai Aqidah Akhlak secara lebih konkret, membiasakan ibadah, serta meningkatkan sikap religius, kemandirian, dan kemampuan sosial. Evaluasi menunjukkan bahwa keberhasilan strategi sangat dipengaruhi oleh kepekaan dan fleksibilitas guru. Oleh karena itu, pembelajaran PAI disarankan terus dikembangkan secara kreatif, personal, dan berbasis pengalaman langsung sesuai kebutuhan individual siswa.
Copyrights © 2025