Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe kandang ayam colony pada sistem closed house dengan penerapan tunnel ventilation untuk menciptakan kondisi lingkungan yang optimal bagi ayam petelur di iklim tropis Nusa Tenggara Timur. Rancangan mencakup desain konstruksi kandang berukuran 10 m × 4 m × 1,75 m yang dibagi menjadi 20 kandang colony untuk kapasitas 200 ekor, kepadatan 10 ekor/ colony. pemilihan material baja ringan dan kawat ram ram, serta konfigurasi sistem tunnel ventilation terdiri dari cooling pad berukuran 1.8 m x 3 m dan exhaust fan aksial berdiameter 1 m dengan kapasitas sekitar 10.000 m³/jam. Metode yang digunakan meliputi pemodelan desain dengan perangkat lunak CAD, pembangunan prototipe, serta pengujian performa cooling pad dan exhaust fan pada kondisi suhu 30-36°C dan kelembapan 80% melalui pengukuran suhu, kelembapan, dan kecepatan aliran udara di dalam kandang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem cooling pad dan exhaust fan mampu menurunkan suhu internal dari 30-36°C menjadi kisaran 25–29 °C dalam waktu sekitar 15-30 menit. Berdasarkan hasil pengujian, data lingkungan dan rujukan literatur, kondisi mikroklimat tersebut diperkirakan dapat meningkatkan produktivitas telur, kenyamanan ayam dan menurunkan mortalitas ayam dibandingkan kandang konvensional pada iklim serupa. Dengan demikian, rancang bangun kandang ayam koloni closed house dengan cooling pad dan exhaust fan yang dikembangkan dinilai berpotensi menjadi rujukan dalam pemeliharaan ayam petelur modern yang efisien, adaptif terhadap iklim tropis, dan prospektif untuk diintegrasikan dengan sistem otomasi berbasis IoT pada pengembangan penelitian selanjutnya. Rancang bangun ini diharapkan menjadi referensi pengembangan fasilitas pemeliharaan ayam petelur modern yang efisien dan adaptif terhadap kondisi iklim tropis khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Copyrights © 2025