This study aims to examine how elementary school teachers implement classroom management strategies to create a conducive learning environment. The research was conducted in response to the inconsistent quality of classroom management practices observed in schools and the need for clearer understanding of how these strategies operate in real settings. The study identifies key components of effective classroom management and highlight how teachers’ approaches contribute to student engagement and a productive learning atmosphere. A descriptive qualitative design was employed using Miles and Huberman’s analysis model. Data were collected through classroom observations, interviews with two classroom teachers and students at SDN 6 Ciseureuh, and documentation in field notes and photographs. The analysis involved three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. Classroom management was implemented through flexible classroom arrangements that support collaboration, diverse instructional strategies including interactive lectures, group discussions, media integration, and educational games, and behavior management centered on dialogic communication, positive reinforcement, and collaboration with parents. Some classrooms still showed uneven teacher attention, particularly in monitoring students in different seating areas. The findings demonstrate that integrated classroom management strategies foster a conducive learning environment and enhance student engagement. However, contextual constraints such as classroom renovation and variations in teacher monitoring may limit the generalizability. Future research involving a larger number of classrooms and comparative settings is recommended to strengthen the transferability. Keywords: management, learning strategies, conducive learning environment ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana guru sekolah dasar menerapkan strategi manajemen kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap kualitas praktik manajemen kelas yang belum konsisten di sekolah serta kebutuhan akan pemahaman yang lebih jelas mengenai bagaimana strategi-strategi tersebut diterapkan dalam konteks nyata. Penelitian ini mengidentifikasi komponen utama manajemen kelas yang efektif dan menyoroti bagaimana pendekatan guru berkontribusi terhadap keterlibatan siswa dan terciptanya suasana belajar yang produktif. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan model analisis Miles dan Huberman. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan dua guru kelas dan siswa di SDN 6 Ciseureuh, serta dokumentasi berupa catatan lapangan dan foto. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Manajemen kelas diterapkan melalui pengaturan kelas yang fleksibel untuk mendukung kolaborasi, penggunaan strategi pembelajaran yang beragam seperti ceramah interaktif, diskusi kelompok, integrasi media, dan permainan edukatif, serta pengelolaan perilaku yang berfokus pada komunikasi dialogis, penguatan positif, dan kerja sama dengan orang tua. Namun, beberapa kelas masih menunjukkan ketidakseimbangan perhatian guru, khususnya dalam memantau siswa di area tempat duduk yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kelas yang terintegrasi mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan meningkatkan keterlibatan siswa. Akan tetapi, keterbatasan kontekstual seperti renovasi ruang kelas dan variasi dalam pemantauan guru dapat membatasi tingkat generalisasi temuan. Penelitian selanjutnya yang melibatkan jumlah kelas yang lebih banyak dan setting perbandingan disarankan untuk memperkuat transferabilitas hasil penelitian.
Copyrights © 2025