Prestasi belajar siswa sekolah menengah pertama masih relatif rendah karena karena keterbatasan kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang beragam dan inovatif, yang cenderung membuat siswa menjadi pasif, kurang termotivasi, dan tidak terlibat secara optimal. dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, kurangnya penguatan, umpan balik, dan Apresiasi terhadap usaha siswa dapat mengurangi minat siswa dalam belajar, dan pengembangan diri. kepercayaan diri, dan motivasi untuk berprestasi. Manajemen kelas yang tidak tepat, Penyampaian materi dan evaluasi pembelajaran juga menghambat pencapaian pembelajaran. tujuan, yang mengakibatkan rendahnya prestasi siswa di berbagai aspek kognitif, afektif, dan ranah psikomotorik. Studi ini bertujuan untuk menentukan dampak dari penerapan Strategi pembelajaran penguatan positif terhadap prestasi belajar siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Desain pra-eksperimental dengan Desain Pra-UjiāPasca-Uji Satu Kelompok. Subjek penelitian terdiri dari satu kelas, yaitu kelas VIII.C, dengan jumlah sampel keseluruhan. dari 32 siswa. Data dikumpulkan melalui instrumen pretest dan posttest dan dianalisis menggunakan uji t dengan perangkat lunak SPSS 27. Hasilnya menunjukkan bahwa Penerapan strategi pembelajaran penguatan positif secara statistik memiliki dampak signifikan terhadap prestasi belajar siswa yang berlandaskan pada Pancasila nilai. Analisis uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dengan Skor rata-rata posttest sebesar 86,40 lebih tinggi daripada skor pretest sebesar 48,28. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran penguatan positif efektif. dalam meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus mendukung internalisasi Nilai-nilai Pancasila dalam praktik pembelajaran di kelas yang mendorong partisipasi aktif, motivasi, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan pengembangan karakter di kalangan siswa sekolah menengah pertama.
Copyrights © 2025