Paradigma pendidikan global telah bergeser secara masif menuju literasi digital, menuntut evaluasi yang mampu menangkap navigasi kognitif kompleks dalam membaca narasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkalibrasi kualitas psikometrik instrumen "Tes Pemahaman Membaca Narasi Digital" (TPMND) menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), khususnya Model Partial Credit (PCM) Rasch, yang dianggap lebih unggul dari Teori Tes Klasik (CTT) yang terbatas dalam mengukur skor bertingkat. Penelitian dengan desain deskriptif kuantitatif ini melibatkan 450 siswa yang dipilih melalui multistage random sampling. Instrumen, yang terdiri dari 25 butir soal esai pendek dengan rubrik analitik skor 0-3, dianalisis menggunakan perangkat lunak Winsteps untuk menguji unidimensialitas, kesesuaian butir, reliabilitas, dan keberfungsian kategori skor. Hasil analisis menunjukkan instrumen memiliki validitas konstruk sangat kuat dengan raw variance explained by measures sebesar 46,2% dan unexplained variance pada kontras pertama hanya 5,8%, membuktikan sifat unidimensionalnya. Dari 25 butir, 23 butir sesuai model, dengan dua butir (Item 14 dan 22) perlu revisi karena terminologi yang membingungkan. Indeks reliabilitas item (0,96) dan person (0,89) tergolong sangat baik, menunjukkan konsistensi internal tinggi dan kemampuan membedakan siswa ke dalam beberapa strata kemampuan. Analisis PCM membuktikan struktur penskoran 0-3 berfungsi optimal dengan ambang batas yang terurut. Temuan ini menegaskan bahwa model Rasch tidak hanya memberikan presisi pengukuran yang lebih tinggi, tetapi juga menawarkan fungsi diagnostik yang krusial, memungkinkan pendidik mengidentifikasi hambatan kognitif spesifik siswa dan memberikan umpan balik yang lebih targetted dalam evaluasi literasi digital.
Copyrights © 2025