Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) serta mengetahui keefektifannya dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya bahan ajar yang efektif dan interaktif, sehingga pembelajaran masih bersifat monoton, kurang melibatkan siswa secara aktif, dan berdampak pada rendahnya pemahaman konsep IPA. Selain itu, pembelajaran masih didominasi metode konvensional dan belum mengaitkan materi dengan pengalaman nyata siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas ahli media, ahli materi, guru, serta siswa kelas V sekolah dasar yang dibagi ke dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi dan tes pemahaman konsep berupa pretest dan posttest. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji independent sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil uji keefektifan menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain pemahaman konsep IPA siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,7853 dengan kategori tinggi dan persentase efektivitas sebesar 78,53%, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori sedang. Hasil uji Independent Samples t-Test terhadap N-Gain menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,001, yang menandakan adanya perbedaan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V sekolah dasar. Kata kunci: bahan ajar interaktif, Problem Based Learning, pemahaman konsep, IPA, sekolah dasar.
Copyrights © 2025