Indonesia Medicus Veterinus
Vol. 14 No. 2 (2025)

Kadar Blood Urea Nitrogen dan Kreatinin Tikus Model Toksisitas Rhodamin B dan Sakarin yang Disuplementasi Yogurt Rosela Ungu

Ajeng Erika Prihastuti (Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Puncak Dieng Eksklusif, Kalisongo, Dau, Malang, Jawa Timur, Indonesia, 65151)
Erfan Nurudin (Program Sarana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Puncak Dieng Eksklusif, Kalisongo, Dau, Malang, Jawa Timur, Indonesia, 65151)
Anna Safitri (Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Malang, Jawa Timur, Indonesia, 65145)
Aldila Noviatri (Laboratorium Farmakologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Puncak Dieng Eksklusif, Kalisongo, Dau, Malang, Jawa Timur, Indonesia, 65151)
Tiara Widyaputri (Laboratorium Patologi Klinik Veteriner dan Hewan Coba, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Puncak Dieng Eksklusif, Kalisongo, Dau, Malang, Jawa Timur, Indonesia, 65151)
Citra Sari (Program Sarana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Puncak Dieng Eksklusif, Kalisongo, Dau, Malang, Jawa Timur, Indonesia, 65151)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2025

Abstract

PENDAHULUAN: Rosela ungu (Hibiscus sabdariffa) merupakan tanaman yang mengandung zat aktif antosianin dan memiliki antioksidan tinggi. Rosela ungu dapat dimanfaatkan untuk menangkal radikal bebas sehingga mencegah terjadinya kerusakan sel yang disebabkan oleh zat-zat toksik seperti rhodamin B dan sakarin.TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian yogurt rosela ungu terhadap kadar blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin dalam darah tikus (Rattus norvegicus) model toksisitas rhodamin B dan sakarin.METODE: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 28 ekor tikus jantan umur 8-12 minggu yang dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan. Kelompok K(-) tidak diberi perlakuan, K1 diberi rhodamin B, K2 diberi sakarin, K3 diberi rhodamin B dan sakarin, P1 diberi yogurt rosela dan rhodamin B, P2 diberi yogurt rosela ungu dan sakarin, serta P3 diberi yogurt rosela ungu, rhodamin B, dan sakarin. Dosis rhodamin B adalah 22,5 mg/kg BB, sakarin 157,77 mg/kg BB, dan yogurt rosela ungu sebanyak 1 mL/ekor, diberikan secara oral selama 14 hari menggunakan sonde lambung. Konsentrasi ekstrak rosela ungu yang ditambahkan pada yogurt adalah 15% (v/v). Data dianalisis dengan uji sidik ragam satu arah (One Way Analysis of Variance), dilanjutkan dengan uji post-hoc Tukey menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26.HASIL: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar BUN dan kreatinin yang signifikan (p<0,05) pada kelompok K(-) dibandingkan K1, K2, K3, P1, P2, P3 serta K1, K2, K3 dibandingkan dengan P1, P2, P3.SIMPULAN: Pemberian yogurt rosela ungu dapat mencegah terjadinya peningkatan kadar BUN dan kreatinin tikus model toksisitas rhodamin B dan sakarin. 

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

imv

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Public Health Veterinary

Description

Indonesia Medicus Veterinus accepts scientific articles related to the field of veterinary medicine and animal health. Manuscripts relating to animals and all their aspects are also accepted for publication. The article must have a minimum of two authors. A manuscript written by only one author ...